Saung sebagai Representasi Identitas Budaya Sunda pada Desain Restoran di Kota Cimahi
Kata Kunci:
Saung, Identitas Budaya Sunda, Restoran Sunda, Arsitektur vernakular, Dekoratif, CimahiAbstrak
Penggunaan elemen arsitektur tradisional dalam desain restoran modern dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memberikan pengalaman ruang yang khas bagi pengunjung. Di Kota Cimahi, terdapat beberapa restoran Sunda yang menggunakan saung kayu & bambu sebagai bagian dari arsitektur dan dekorasi, di antaranya adalah Rumah Makan Sate Maranggi Haji Maya, Pasar Dahareun, dan Gedong 55. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana saung dapat diterapkan sebagai elemen dekoratif dan struktural pada restoran Sunda yang ada di Kota Cimahi, serta bagaimana saung tersebut dapat merepresentasikan nilai budaya Sunda. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan juga pengumpulan data berupa dokumentasi foto, yang berfokus pada aspek bentuk, pola, material, fungsi ruang dan makna budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saung tidak hanya berfungsi sebagai struktur atau ornamen semata, tetapi juga menjadi simbol estetika lokal dan identitas budaya Sunda yaitu melalui bentuk panggung, penggunaan bambu dan kayu sebagai material utama, pola anyaman bambu, dan pengaturan ruang yang mengedepankan suasana “alam, kesederhanaan dan keakraban”. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa desainer restoran dan arsitek dapat menggunakan saung sebagai elemen strategis untuk menguatkan karakter budaya lokal dalam ruang komersial.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Himawan Hashartyadi, Dyah Nurhayati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








